Mercu Suar Pun Sudah Diganti GPS, Deh!

Tentunya masih banyak yang paham soal politik mercu suar, kan? Politik yang dilakukan hanya untuk menunjukkan kehebatan di kasat mata saja dan hanya pada “persepsi” yang dibuat, bukan hebat pada fakta dan kenyataan yang sebenarnya. Hal ini tentunya masih terus dilakukan dan memang susah membuat orang itu benar mau belajar dari kesalahan, nafsu itu terlalu mudahnya menguasai. Padahal, mercu suar itu sendiri sudah digantikan fungsinya oleh GPS yang bisa menunjukkan arah lebih akurat lagi. Jadi, percuma saja kalau masih pakai politik mercu suar, karena sekarang ini semua bisa terlihat lebih jelas dan gamblang terutama oleh mereka yang mau berpikir dan benar melihat.

Sumber: https://travelingyuk.com/pulau-mercusuar/17875/

Saya sampai tertawa sendiri mendengar pernyataan seseorang yang meminta untuk tidak berpikir agar tidak terbawa arus yang tidak-tidak. Kalau tidak boleh berpikir lantas harus bagaimana, harus manut saja sementara arus yang salah itu lebih kuat tarikannya dibandingkan dengan arus yang benar. Lagipula kemampuan berpikir adalah anugerah Allah kepada manusia, sehingga berpikir sebenarnya juga adalah salah satu cara untuk bersyukur atas anugerah yang diberikan kepada manusia. Kalau mau hanya menurut saja, Allah sudah menciptakan malaikat dan bila hanya mau menggoda serta menyesatkan, setan juga sudah ada. Manusia diberikan kemampuan berpikir sebagai makhluk paling sempurna, masa lantas dilarang berpikir.

Continue reading Mercu Suar Pun Sudah Diganti GPS, Deh!

Memilih Untuk Tidak Memilih

Pemilihan Kepala Daerah serentak baru saja dilaksanakan di Indonesia, termasuk juga di kota Bandung dan propinsinya Jawa Barat. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tetap memilih untuk tidak memilih. Bagi saya, tidak ada pilihan yang pantas untuk dipilih, sehingga lebih baik tidak memilih, terus-menerus memilih yang tidak pantas apapun alasannya tidak akan memperbaiki keadaan Indonesia. Jikapun kemudian suara saya dipergunakan secara salah, maka itu menjadi bukti bahwa memang pemilihan umum yang ada saat ini bukanlah sebuah bentuk dari demokrasi, tetapi adalah sekedar sarana untuk melakukan penipuan secara massal.

Sumber: https://www.viva.co.id/berita/politik/1048553-kotak-kosong-menang-di-tiga-tps-pilkada-tangerang

Berulang kali saya ditanya oleh baik teman maupun keluarga, kenapa saya tidak pernah mau ikut pemilihan umum daerah maupun pemilihan umum untuk memilih presiden Indonesia. Malah keluarga saya malu sendiri karena mereka pun ditanya oleh para panitia pengurus yang mempertanyakan kenapa saya tidak hadir, dan saya pun ditegur. Saya hanya tertawa saja, terserah saja orang mau memilih atau tidak, itu adalah pilihan juga. Saya memilih tidak memilih, dan itu adalah pilihan yang saya ambil secara sadar penuh. Saya tidak mau melakukan kesalahan yang pada akhirnya bukan hanya merugikan diri saya sendiri tetapi seluruh rakyat Indonesia.

Continue reading Memilih Untuk Tidak Memilih