Keledai Durjana Memang Tak Memiliki Kemaluan

Sudah suaranya parau, teriaknya kencang dan kasar pula, tidak juga memiliki rasa malu. Kerjanya hanya membuat malu, mempermalukan, dan menunjuk jari untuk menutupi semua kemaluannya yang sudah hilang. Tidak ada setitik pun kemaluan yang tersisa, walau merasa otak masih dimiliki. Padahal, otak yang sudah berantakan itu tidak ada isinya lagi jika tidak memiliki kemaluan sama sekali. Semua yang dipikirkan dan diucapkan hanyalah menjadi fatamorgana keledai pemimpi di siang bolong yang membuatnya menjadi durjana.

Mengikuti apa yang dilakukan para keledai ini pernah membuat saya marah, namun kini sudah tidak ada lagi marah yang tersisa. Saya hanya tertawa dan tersenyum saja menyaksikan setiap tingkah polah dan kata-kata yang mereka ucapkan. Biarlah saya dibilang sombong sekalipun, tetapi memang tidak ada gunanya menanggapi mereka, keledai memang bukan kuda. Tidak perlu dibandingkan, karena memang tidak sebanding, apalagi para keledai durjana yang sudah tak berkemaluan itu.

Continue reading Keledai Durjana Memang Tak Memiliki Kemaluan