Taman Vertikal Baru Di Rumah Dan Koleksi Anggrek

Saya sangat suka dengan bunga dan tanaman, sejak saya kecil. Bagi saya mereka adalah keindahan yang sesungguhnya yang tidak pernah membuat saya bosan. Lagipula, mereka adalah teman saya bicara setiap hari. Setiap bangun tidur dan sore hari, pada saat saya menyiram mereka, saya selalu berbincang dengan mereka. Tak jarang juga saya memutar lagu-lagu dan membacakan puisi saya untuk mereka dengar, Mungkin kelihatannya seperti orang gila, tetapi tak apalah. Mereka makhluk hidup yang bisa mendengarkan suara saya dengan cara mereka sendiri. Dan, saya sangat senang karena baru dua minggu lalu selesai merenovasi taman vertikal di dalam rumah, di atas kolam tepatnya. Senang sekali bisa melihat anggrek-anggrek koleksi saya jadi semakin banyak berkerumun tepat di depan kamar tidur dan ruang tempat saya biasa menulis dan membaca. Segar!

Exif_JPEG_420

Taman vertikal baru sedang ditata.

Sewaktu saya masih baru lulus SMA dan mulai kuliah di jakarta, saya dan kawan saya memutuskan untuk membuat sebuah toko bunga segar di Mall depan kampus. Pada waktu itu, tahun 1992-an, boleh dibilang hampir tidak ada yang membuat toko bunga segar di Mall, dan kami memberanikan diri untuk memulainya. Saya yang mendesain dan merancang semua rancangan bunganya, dan saya selalu berusaha menggunakan bunga yang masih berakar, bukan bunga potong. Saya ingin orang lebih menghargai tanaman dan mencoba untuk merawatnya, dan saya yakin bila sudah saya hias tentunya akan berbeda. Alhasil, toko kami laris manis apalagi kalau sedang menjelang hari raya dan ada peryaan khusus. Hotel, para pengusaha, dan pejabat pun menjadi langganan toko kami. Sejak saat itu jugalah saya memutuskan untuk mengoleksi anggrek, kembang sepatu, paku-pakuan, suplir, anterium, dan kembang sepatu. Saya sangat jarang sekali pergi ke pertokoan, saya lebih senang berburu tanaman yang saya suka dan menjadikannya koleksi.

Anggrek sisir yang rajin berbunga.

Walaupun pada akhirnya usaha kami tersebut harus terhenti karena tidak ada yang bisa melanjutkan – kami terlalu sibuk kuliah dan kerja di bidang masing-masing dan harus pindah ke luar negeri -, namun saya tetap menjaga koleksi semua tanaman saya tersebut. Saya titipkan ke ibu saya, teman, dan keluarga selama saya pergi ke mana-mana. Sayang memang banyak yang akhirnya terbengkalai, tetapi tidak membuat saya patah semangat. Ketika pulang ke tanah air, saya pun melanjutkan hobi saya yang satu ini sampai sekarang. Mau pindah ke manapun, mereka tetap saya bawa juga pindah. Malah mereka duluan yang harus diurus, dong!

Salah satu jenis variasi anggrek bulan.

Soal taman vertikal baru ini, sebenarnya saya buat karena kesal. Saya baru punya tetangga yang sama sekali tidak sopan dan tidak tahu aturan. Dia seenaknya saja membuat dinding tinggi di samping kolam dan tidak merapikannya sama sekali. Sudah tidak minta ijin atau basa-basi karena sudah membuat rumah kotor dan berdebu saat dibangun, eh, begitu jadi tidak dirapihkan pula. Ibu saya sangat marah, tetapi kemudian saya pikir tidak ada gunanya marah-marah kepada orang yang barangkali memang sudah tidak punya lagi rasa malu. Lebih baik saya buat saja dinding itu menjadi taman vertikal dan menaruh berbagai koleksi anggrek serta tanaman hias yang sudah tidak tahu lagi harus disimpan di mana di rumah. Ibu saya pun setuju dan memanggil tukang kebun untuk membantu, dan hasilnya sangat membuat saya senang. Ibu saya pun senang dan hilang marahnya, tuh!

The Black Orchid, salah satu koleksi favorit.

Buat saya ini menjadi bukti bahwa tanaman memang memberikan kita pengaruh positif, tenang, dan nyaman. Daun-daun hijau membuat mata segar dan warna-warni bunga juga membuat hati menjadi sangat senang. Walaupun banyak yang merasa repot mengurus tanaman-tanaman ini, saya tidak mau memikirkannya karena hasil yang saya dapatkan jauh lebih berarti. Paling tidak, saya merasa sudah memberikan sumbangsih oksigen dan udara segar bagi bumi, yang sudah memberikan saya banyak oksigen gratis. Biarpun tidak seberapa, tetapi paling tidak saya sudah berusaha dan memang saya suka. Tanaman tidak perlu harus menghasilkan sesuatu yang bisa dimakan saja baru dianggap bermanfaat, kan? Tanaman hias dan bunga-bunga pun banyak manfaatnya, loh!

Taman vertikal di seputar kolam, di bawah taman vertikal yang baru.

Bandung, 8 Oktober 2018

Salam hangat selalu,

 

Mariska Lubis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *