Teruntuk Para Perempuan Cantik Ibu Pertiwi

Seorang perempuan cantik berjalan anggun gemulai menelusuri jalan, melewati para pria bermata terbelalak dan jantung berdegup menikmati keindahan yang ada di depan mata mereka. Tanpa ada rasa takut ataupun ragu, perempuan cantik itu terus berjalan, mengabaikan semua pandangan mata yang tertuju padanya. Dia tahu persis bagaimana kecantikan dan daya tariknya bisa membuat jungkir balik dunia semua pria, sehingga dia tidak perlu harus membuktikannya hanya untuk dipuja dan dipuji. Waktu percuma terbuang hanya untuk meladeni para pria itu, ada banyak yang lebih penting yang bisa dilakukannya. Semua kecantikan dan daya tariknya itu, bukan hanya untuk dipuja dan dipuji, tetapi bisa digunakan sebaik-baiknya untuk memberikan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi semua.

Ada yang iri hati dan merasa tersaingi oleh kehadirannya, bahkan tak sedikit yang merasa cemburu. Tidak ada satu pun yang membuatnya harus menjadi takut dan kemudian kehilangan arah di dalam mencapai tujuannya. Ibarat anjing menggonggong, kafilah berlalu. Untuk apa ambil pusing dengan perkataan orang lain bila tidak ada satupun manusia di dunia ini yang pasti tahu dan benar? Sungguh merugi bila lebih memilih mengikuti kata orang dan mengikuti apa yang diinginkan mereka, bila ada kebenaran yang sejatinya diyakini dengan sepenuh hati. Apa bedanya dengan menduakan Yang Maha Benar bila kebenaran itu diabaikan dan kata oranglah yang lebih diutamakan?!

Siapa yang pernah tahu isi hati dan pikiran perempuan itu selain dia sendiri? Siapa juga yang mampu untuk mengerti bila semua hanya ingin dimengerti? Kecantikan itu hanya sementara, pada akhirnya semua juga akan sirna. Bila gajah meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, maka apa yang patut ditinggalkan oleh manusia? Harta benda bisa hilang dalam sekejap, secepat tangan itu dibalik, bila sudah menjadi kehendakNya. Karya dan pemikiran yang original dan bisa berguna bermanfaat bagi orang banyaklah, yang akan senantiasa terus memberikan berkah bagi semua. Hanya manusia yang diberikan ilmu pengetahuan, kemampuan berpikir, dan kebebasan dalam memilih, bukan makhluk yang lain. Manusia sudah selayaknya juga mampu untuk bertanggungjawab dan menerima semua resiko atas apa yang sudah dipilihnya, makhluk lain tidak akan pernah bisa.

Perempuan ditakdirkan dan diberikan rahmat ketegaran, bukan merengek dan terus meminta. Apalah semua hak yang dituntut itu bila kewajiban tidak ada yang dijalankan? Bagaimana bisa kebebasan itu benar ada bila tidak tahu bagaimana etika dan sopan santun? Manusia memiliki keterbatasan, tidak ada satu pun yang bisa benar-benar bebas, semua ada aturannya. Kewajiban tidak perlu dipandang sebagai beban, tetapi diterima dan dijalankan dengan tulus dan ikhlas. Berat ringan sama saja, semua adalah anugerah yang sudah pasti memiliki manfaatnya. Setiap manusia diberikan jalan masing-masing untuk belajar dan tidak harus semuanya menjadi sama. Menemukan diri sendiri sama dengan menemukan Yang Maha Kuasa.

Tidak ada satupun pria yang berhasil sukses di dunia ini tanpa ada kehadiran perempuan dalam kehidupannya yang membawanya dan mendukungnya pada kesuksesan. Entah itu pasangan, anak, orang tua, dan lain sebagainya, perempuan memiliki peranan besar di dalam kehidupan ini. Nabi Adam SA pun tidak mungkin turun ke dunia ini bila tidak karena perempuan, dan kehidupannya berubah karena perempuan. Itu saja sudah menjadi contoh penting, bagaimana sebenarnya perempuan, yang sesungguhnya bisa menghantarkan dunia ini kepada surga atau neraka, baik di bumi maupun di akhirat. Mengapa harus takut sampai harus sedemikian rupa berjuang mendapatkan pengakuan dan eksistensi?

Perempuan itu pada akhirnya memilih duduk menepi di sebuah sudut sambil menikmati pikiran dan hatinya sendiri. Itu jauh lebih baik daripada harus melawan dunia, semua pasti ada masa dan waktunya. Kebenaran itu tidak akan pernah hilang, dan ketika masa dan waktunya itu tiba, maka atas ijin dan kehendakNya, maka semua akan terkuak. Siapa yang benar dan salah sudah bukan lagi menjadi persoalan, yang terpenting adalah bagaimana untuk terus maju dan melangkah untuk kemajuan. Surga itu begitu dibutuhkan di dunia ini, dan surga jugalah yang paling diinginkan oleh siapapun sebagai tempat keabadian. Biarlah saat dan waktu yang berbicara, diam itu pun bukan berarti tidak melakukan apapun yang berguna dan bermanfaat bagi semua.

@mariska.lubis

“Amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan melu anglakoni, boya kaduman melik, kaliren wekasanipun, dilalah karsa Allah, begja-begjane kang lali, luwih begja kang eling waspada.” (Mengalami jaman gila, serba sulit dalam pemikiran, ikut menggila tak tahan, kalau tidak ikut menggila, tidak akan mendapat bagian, akhirnya mungkin kelaparan, tetapi takdir kehendak Allah, sebahagia-bahagianya orang yang lupa, masih lebih bahagia yang sadar dan bahagia. – Serat Kalatidha bait 7, Pujangga Ranggawarsita 1802-1873M.

Sumber: https://bilikml.wordpress.com/2014/08/16/wong-edan-jaman-edan/

Bandung, 17 September 2018

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

Catatan: Tulisan ini saya persembahkan kepada para perempuan yang tidak ada satupun yang tidak cantik., semua memiliki daya tariknya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *